//
you're reading...
Uncategorized

Memberi Support Tak Semudah Memigrasikan

Tentunya hal ini sering dialami oleh tiap orang yang pernah membantu atau menolong bahkan menjual jasa migrasi Sistem Operasi dari Win*** ke Linux. Ini sering kali ku alami saat aku mengenalkan Linux ke beberapa teman bahkan unit lain di kantorku. Rata-rata mereka awalnya mencibir dan enggan pake linux, namun setelah melihat tampilan desktop yang kumiliki mereka akhirnya tergoda untuk meminta bantuan migrasi. Cukup menggembirakan memang kalo ada teman/rekan yang ingin migrasi ke Linux dan kita bisa membantunya.

Namun setelah waktu berjalan dan ada beberapa hal yang membuat sistem tersebut berjalan kurang seperti yang diharapkan complain mulai datang. Ada yang mengatakan bahwa linux bikin komputer rusaklah, gara-gara linux data ketikannya hilang lah, dan macem-macem komentarnya. Tetapi ada juga yang menyadari kalo menemukan masalah tentang pengoperasian linux, itu dikarenakan hanya karena dia memang belum banyak belajar soal linux. Kelompok yang kedua inilah yang cukup menyejukkan hati.

Dari situ aku sadar bahwa memberi support tak semudah memigrasikan, karena setelah migrasi mereka perlu support yang sedikit banyak menyita waktu dan tenaga serta pikiran. Bahkan terkadang transport, karena setelah mendapat supprot dia just say’s “thank U” alias matursuwun. Padahal awalnya ngomel-ngomel kalo kompi nya error gara-gara pernah diinstal Linux.

Ini yang akhirnya menginspirai diriku, kalo mau migrasikan sistem ke orang lain hendaknya sekalian orang tersebut di edukasi biar ngerti paling tidak kalo ada sedikit trouble nggak mencak-mencak, dan seenaknya sendiri minta segera dibereskan. Padahal dia sendiri yang minta untuk migrasi dan gratis lagi.

So, itu sekedar pengalaman yang selalu ku ambil hikmahnya….. maaf kalo ada yang baca dan tersinggung. Ini hanya sekedar koreksi untuk diri sendiri.

Iklan

About cakanas

Seorang yang terlahir di kota Pahlawan, yang hobby mempelajari sesuatu yang baru walau terkadang agak "extrem" hanya sekedar untuk membuktikan bahwa orang lain bisa mengapa ku tidak.

Diskusi

2 thoughts on “Memberi Support Tak Semudah Memigrasikan

  1. Bahkan terkadang transport, karena setelah mendapat supprot dia just say’s “thank U” alias matursuwun.

    Wah, kayaknya ndak ikhlas neh 😀

    Posted by kirman | Oktober 25, 2008, 6:59 am
  2. maunya sih ikhlas….tapi yang bikin ngga’ ikhlas tuh ngedumelnya mas…
    padahal trouble kompinya bukan karena linux. apa bener jika OS Win**** nya ada pesen “Missing Ntldr.dll itu gara-gara linux”…CP deh….

    Posted by cakanas | Oktober 25, 2008, 8:16 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2008
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

  • 61,244 hits
%d blogger menyukai ini: