//
you're reading...
Edukasi

CPNS 2008, Antara Harapan dan Ketidak Pastian

Setelah penerimaan CPNS diumumkan lewat media cetak maupun elektronik, geliat para pencari kerja mulai nampak meningkat aktivitasnya. Kantor Disnaker, Polres dan instansi terkait diserbu oleh calon pelamar CPNS untuk mengurus persyaratan yang dibutuhkan. Tiap daerah kota atau kabupaten punya kebijakan tersendiri dalam menentukan persyaratan yang dibutuhkan, bahkan ada kebijakan pelamar cukup hanya dengan mengirim persyaratan lewat layanan POS. Ini lebih praktis…

Memang CPNS merupakan sebuah harapan yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, terutama yang bermimpi ingin menjadi seorang pegawai negeri di tanah air ini. Apalagi para guru swasta, guru honorer, atau guru bantu, moment ini merupakan moment yang menentukan nasib mereka ke depan. Betapa tidak gaji mereka yang belum PN rata-rata masih di bawah UMR, meskipun ada tunjangan fungsional, uang makan dari pemkot/pemkab masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi penerimaan tujangan tersebut baru diterima setelah 3 atau 6 bulan sekali, padahal kebutuhan ekonomi keseharian terus berjalan. Belum lagi kebutuhan pokok terus meningkat, biaya sekolah anak-anak mereka juga tidak sedikit.

Setitik harapan ini betul-betul mereka manfaatkan sepenuhnya, meskipun kuota penerimaan tidak sebanding dengan jumlah pelamar yang antri. Bahkan untuk mengurus kelengkapan administrasi CPNS tersebut sekolah harus dikorbankan, jam mengajar ditinggal, murid hanya diberi tugas. Padahal pengurusan administrasi tersebut tidak bisa selesai dalam 1 hari, butuh 2 sampai 3 hari. Wah…ternyata side effect nya sampai segitu ya… 😦

Dan ketika mendaftarpun muncul ketidak pastian, terutama yang melamar sebagai tenaga pendidik. Sebab tidak banyak kualifikasi yang dibutuhkan sesuai dengan ijasah mereka. Sehingga ada yang nekad melamar walau ijasahnya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, karena keinginan yang tinggi untuk diangkat sebagai PNS demi memperbaiki nasib untuk masa depan.
Meskipun sadar bahwa saingan mereka tidak sedikit, tetapi semangat untuk mengikuti test penerimaan CPNS tetap bergelora walaupun dalam ketidak pastian antara diterima atau tidak.
Itulah sekilas gambaran guru-guru swasta, honorer dan guru bantu yang nasib mereka masih tidak menentu. Berebut posisi PNS demi mencari kesejahteraan yang layak untuk dapat hidup di negeri ini. Mereka juga berhak mendapat penghasilan yang layak, karena mereka juga melahirkan generasi-generasi baru yang menjadi harapan bangsa ini.

Iklan

About cakanas

Seorang yang terlahir di kota Pahlawan, yang hobby mempelajari sesuatu yang baru walau terkadang agak "extrem" hanya sekedar untuk membuktikan bahwa orang lain bisa mengapa ku tidak.

Diskusi

One thought on “CPNS 2008, Antara Harapan dan Ketidak Pastian

  1. Kata kuncinya adalah :
    1. Sodaqoh
    2. Berpikir positif
    3. Ihtiar
    4. Silaturahmi

    Posted by mashoedah | Desember 22, 2008, 9:32 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

  • 61,244 hits
%d blogger menyukai ini: