//
you're reading...
Blogroll, Edukasi, Linux mania, Sosial Review

Diskriminasi FOSS dalam Konten Kurikulum TIK di Indonesia

Rupanya gaung FOSS di Indonesia masih belum terdengar nyaring dan perjalanan perjuangan para volunteer FOSS di tanah air ini masih panjang. Tahun demi tahun pengenalan FOSS di tanah air ini semakin marak, namun dukungan dari pemegang kebijakan tidak begitu serius. Di sisi lain pergerakan komunitas FOSS juga mulai kehilangan isu-isu terbaru untuk diangkat sebagai momentum pengenalan FOSS pada masyarakat umum.

Gerakan Indonesia Go Open Source tidak lagi berkobar, Kebijakan target tahun 2011 wajib menggunakan open document untuk lingkungan pemerintahan juga tidak ada kabar beritanya. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi pada dunia pendidikan, kurikulum TIK pun secara nyata dilapangan sudah tidak berpihak pada FOSS. Hal ini terbukti dengan tidak tersedianya buku-buku penunjang TIK yang berbasis FOSS dengan alasan penerbit tidak mau merugi, karena pengguna buku tersebut bisa dihitung dengan jari. Dan lebih parah lagi yang baru saja terjadi dalam UKG alias Uji Kompetensi Guru matapeajaran TIK, conten soal dalam ujian tersebut berbasis produk proprietary (Microsoft).

Ini membuktikan bahwa FOSS seolah-di diskriminasikan dalam implementasinya di lapangan. Lalu apa guna diterbitkan Surat Edaran dari pemerintah yang bisa anda lihat di https://www.dropbox.com/s/alrf905ymmshjgo/kebijakan%20pemerintah%2015092009.pdf

Sedangkan  implementasi dilapangan masih jauh dari kenyataan dan bahkan seolah ditinggalkan, seperti konten soal TIK  yang terdapat pada saat UKG berlangsung beberapa waktu yang lalu.

Kalau pun mau bersikap netral tentang pemanfaatan TIK, soal yang di ujikan harusnya berimbang antara item tentang Microsoft dengan item tentang FOSS.

Iklan

About cakanas

Seorang yang terlahir di kota Pahlawan, yang hobby mempelajari sesuatu yang baru walau terkadang agak "extrem" hanya sekedar untuk membuktikan bahwa orang lain bisa mengapa ku tidak.

Diskusi

8 thoughts on “Diskriminasi FOSS dalam Konten Kurikulum TIK di Indonesia

  1. kayaknya perlu merubah kurikulum TIK bang,
    mungkin dengan menambahkan pelajaran atau pengetahuan tentang FOSS pada pelajaran TIK mulai dari SD atau SMP, disamping tetap mengajarkan software berbayar, karena pada kenyataannya perusahaan dan dunia kerja masih menggunakan software berbayar. Tidak mungkin secara total langsung beralih mengajarkan FOSS.

    Posted by Rahman Habibi | Agustus 4, 2012, 5:20 am
  2. Saya sih ogah ngajarin produk microsoft ke anak didik. .
    Tidak ada kata iklan gratis buat produk berbayar. . .
    😀

    Posted by Akbar Bahaulloh | Agustus 4, 2012, 12:10 pm
  3. setuju dengan tulisan di atas,
    dahulu saya di warnet menggunakan open office, semua siswa yang datang banyak yang bertanya ” kok aplikasi office kayak gini tak pernah di ajarkan di sekolah”,
    yang keliru pembuat kurikullum TIK disekolah, atau memang ada kesengajaan materi FOSS tidak bisa di masukan kedalam kurikullum TIk tersebut 😦

    Posted by ghian | Agustus 6, 2012, 4:21 am
  4. setuju dengan tulisan di atas,
    dahulu saya di warnet menggunakan open office, semua siswa yang datang banyak yang bertanya ” kok aplikasi office kayak gini tak pernah di ajarkan di sekolah”,
    yang keliru pembuat kurikullum TIK disekolah, atau memang ada kesengajaan materi FOSS tidak bisa di masukan kedalam kurikullum TIk tersebut 😦

    Posted by ghian | Agustus 6, 2012, 4:22 am
  5. Saya setuju. Begitulah Indonesia surat edaran FOSS itu surat meteri dulu ganti meteri yang ganti aturan, bukan melanjutkan. untuk mengajarkan FOSS di sekolah kayaknya sulit jika pemerintah tidak mewajibkan.

    Posted by Wawan Angkasawan | Agustus 16, 2012, 11:55 pm
  6. #mas rahman: sebenarnya kurikulum TIK sendiri sudah netral dan berimbang, hanya saja implementasinya yang belum berimbang…

    #mas akbar: he…3x bener…, tapi mereka juga wajib tau. 😉

    #mas ghian: mungkin karena budaya wani piro…. sehingga FOSS yang ngga ada untungnya akhirnya dipandang sebelah mata… 🙂

    #mas wawan: yah…. semoga saja ada perubahan, dan jangan bosan untuk tetap mengkampanyekan FOSS untuk menghemat devisa negara.

    Posted by cakanas | September 3, 2012, 4:15 pm
  7. benar sekali. ada salah satu rekanan saya yang memiliki webstudio. yang juga tahun ini dijadikan tempat slah satu magang oleh smkn 3 malang. rekan saya. banyak mengoreksi dari silabus yang ada. kalau banyak aplikasi dan pelajaran yang diajarkan tidak match. dan sudah ketinggalan jaman dengan perkembangan industri IT itu sendiri. jadi sangat banyak pelajaran yang diperoleh di sekolah. sangat tidak bermanfaat. bagi siswanya ketiga terjun di dunia industri. jadi ya terpakasa. namanya tempat magang juga tetep wajib memberikan training kepada siswa-siwi yang magang. padahal kan targetan proyek yang harus diselesaikan juga ada deadlinenya. http://lbbprivatsmc.blogspot.com/

    Posted by les privat surabaya, bimbingan belajar privat surabaya, kursus privat, hatta adam soeharto, S.Si | November 26, 2012, 6:23 pm
  8. #lesprivat: nah itu dia, sekarang kurikulumnya sudah direvisi lagi. semoga ada pencerahan yang berarti bagi dunia pendidikan di negri ini.
    BTW, mata pelajaran TIK yang dulu berdiri sendiri sebagai maatapelajaran yang nota bene silabusnya tertinggal jauh dengan perkembangan dan percepatan teknologi, kini diimplementasikan langsung serta integret dengan mata pelajaran yang lain sebagai media pendukung dan sumber belajar.

    Posted by cakanas | Februari 4, 2013, 2:43 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jun   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

  • 61,244 hits
%d blogger menyukai ini: