//
you're reading...
Edukasi, Sejarah, Sosial Review

Kurikulum 2013 (K-13) Mengeliminasi Guru TIK, Benarkah???

Pendidikan memang seharusnya mengikuti perkembangan jaman, dan terus berinovasi untuk mencari metode serta sistim terbaik untuk menghasilkan kualitas pendidikan yang sempurna. Dalam perjalanannya, kurikulum pendidikan selalu berubah-ubah. Di benak orang awam seolah setiap ganti menteri yang ngurusi pendidikan maka harus ada pergantian kurikulum yang baru. Sehingga bermunculan pro kontra maupun opini yang bermacam-macam.
Kurikulum yang paling gres adalah Kurikulum 2013 atau dikalangan pendidikan disingkat dengan K-13. Merupakan revisi kurikulum sebelumnya yang lebih simpel dan muatan materi yang mengusung pembentukan karakter dan life skill. Namun dengan penyederhanaan muatan pelajaran tersebut ada beberapa mata pelajaran yang akhirnya tereliminasi (*demikian juga dengan guru yang mengajar matapelajaran tersebut). Salah satu mata pelajaran yang tereliminasi adalah pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

image

Menengok kebelakang …. Pada awalnya pelajaran TIK hanya sebagai pelajaran ekstra kurikuler untuk melatih siswa dalam menggunakan komputer untuk keperluan sehari-hari sebagai penunjang pembelajaran. Kemudian lambat laun dimasukkan kedalam matapelajaran intrakurikuler menjadi pelajaran TIK. Tenaga Guru pengajar TIK pun direkrut dan disejajarkan dengan guru mata pelajaran yang lain. Bahkan sejak tahun 2006 guru TIK diakui secara nasional melalui ujian sertifikasi guru.
Sejalan dengan perkembangan kurikulum pendidikan nasional, pada akhir tahun 2012 disosialisasikanlah kurikulum 2013 atau lebih dikenal dengan K-13. Di dalam K-13 matapelajaran TIK salah satu mapel yang tidak tercantum di dalamnya (khususnya ditingkat SMP dan SMA). Ini yang menjadikan pro dan kontra, bahkan dari pihak kemdikbud sendiri tidak memberikan jalan keluar yang memuaskan untuk para pendidik Mapel TIK yang jam ngajarnya tereliminasi. Dampak ini berpengaruh juga pada tunjangan TPP guru TIK tidak cair jika sekolah yang bersangkutan telah menerapkan K-13. Sedangkan dampak lain adalah semangat mengajar guru TIK semakin terdegradasi karena terancam kehilangan jam ngajar.
Pernah ada wacana guru TIK akan dialihkan menjadi guru BK atau mutasi ke SMK, tapi itu bulan solusi yang menggembirakan, pasalnya tidak semudah membalik telapak tangan. Nah sampai sejauh ini belum ada kepastian yang jelas, padahal implementasi sudah di depan mata. Entah sampai kapan status ketidak-pastian ini akan berakhir…. ataukah menunggu presiden yang baru….. yah mari berjuang dan berdoa semoga ada jalan keluar untuk kepastian status guru TIK di Indonesia.

Iklan

About cakanas

Seorang yang terlahir di kota Pahlawan, yang hobby mempelajari sesuatu yang baru walau terkadang agak "extrem" hanya sekedar untuk membuktikan bahwa orang lain bisa mengapa ku tidak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Februari 2014
S S R K J S M
« Des   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

  • 63,032 hits
%d blogger menyukai ini: